TUNAS PUITIKA MEDIA TUNAS MUDA MENUJU KREATIF
Showing posts with label Antologi Puisi. Show all posts
Showing posts with label Antologi Puisi. Show all posts



Antologi Puisi Langkah
Penulis: Zidny Rizqi, dkk.
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+74 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Penyunting: Syamsul Anwar, S.Pd., M.Pd.
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-35-5


****
Puisi adalah karya sastra yang tersusun atas deretan kata yang padat makna serta mengandung unsur-unsur unik yang khas. Maka dari itu, menulis puisi bukanlah pekerjaan yang ringan dan sepele. Menulis puisi memerlukan pemahaman dan keahlian yang baik. Terlebih pemahaman akan makna-makna sosial yang akan diadopsi dalam puisi yang akan ditulis.

Buku ini disusun agar pembaca dapat memperoleh manfaat di setiap butiran puisi yang termuat di dalamnya. Puisi-puisi yang kami tulis adalah cerminan fenomena sosial di masyarakat sekitar mencakup masalah pendidikan, sosial, dan hakikat kehidupan yang bersumber dari pengalaman penulis sehari-hari. Dengan penuh kesabaran dan pertolongan dari Allah maka buku ini dapat kami selesaikan.

****




Antologi Puisi Untuk Sahabat
Penulis: Andy Maulana Putra, dkk.
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vi+73 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Penyunting: Syamsul Anwar, S.Pd., M.Pd.
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-34-8


****
Sahabat adalah tempat mencurahkan segala perasaan. Tak ada yang tak ingin punya sahabat. Tak ada pula yang tak bangga jika memiliki sahabat yang baik dan setia di kala susah maupun senang. Segala hal yang menakjubkan bagi kami dari seorang sahabat berusaha kami rangkum dalam lirik-lirik puisi yang indah.

Puisi-puisi ini kami tulis dengan kata-kata yang tak sederhana. Kata-kata yang kami persembahkan untuk persahabatan yang tak sederhana. pula Semoga antologi ini menghibur dan mampu memberikan makna bagi pembaca.

****




Antologi Puisi Cemara
Penulis: Alin Ambarwati, dkk.
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+72 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Penyunting: Syamsul Anwar, S.Pd., M.Pd.
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-33-1


****
Cemara selalu indah ketika pagi dan mampu memberi nuansa syahdu di kala senja. Begitu pula halnya dengan sajak yang tak pernah mati tergerus waktu. Berawal dari mata kuliah Menulis Kreatif yang kami dapatkan di bangku kuliah, kami mencoba memahami lingkungan sekitar. Lalu, berusaha merangkainya dalam kata-kata yang puitis.

Para penulis puisi yang terhimpun dalam antologi ini berusaha menggambarkan berbagai fenomena sosial di masyarakat. Tentu dengan pemahaman dan penilaian yang tak sama. Masing-masing berusaha memaknai segala segi kehidupan dari berbagai sudut dan nilai. Pada dasarnya, antologi ini kami susun sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra khususnya puisi.

****




Antologi Puisi Romansa
Penulis: Puspita Arum Handayani, dkk.
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vi+68 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Penyunting: Syamsul Anwar, S.Pd., M.Pd.
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-32-4


****
Berbicara tentang puisi tentu tak terlepas dari berbagai romantisme-romantisme kehidupan sosial di sekeliling kita.. Hidup tak pernah lepas dari segala kesukaran dan kegembiraan. Begitu pula hidup tak pernah luput dari berbagai asumsi dan sudut pandang yang berbeda dari masing-masing pelaku kehidupan. 

Kesemuanya lalu menimbulkan berbagai paradoks yang berkembang menjadi perkara. Melalui antologi ini penulis berusaha menuangkan berbagai kejadian sosial dalam larik-larik puisi. Semoga dapat menghibur dan memberi makna bagi pembaca.

****


Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Kita dan Senja
Penulis: Andri Nurokhim, dkk.
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: x+127 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-21-8

****
Kehilanganmu seperti singgah kembali ke kedai kopi yang ditinggalkan pembeli. Sepi. Kopi masih berada di atas meja. Aku tertegun memandangi buih yang menggenang menutupi permukaan kopi. Kucoba meneguk kopi dalam cangkir ini. Rinduku semerbak serupa kopi ini. Semakin kuaduk semakin manis. Semanis kebersamaan kita saat itu. Percakapan-percakapan kita tentang mimpi di masa depan selalu saja mewarnai senja. Kita selalu sadar bahwa awan dengan semburat jingga yang manis adalah waktu yang tepat untuk berbagi banyak hal.

Kau selalu berhenti sejenak ketika sedang meneguk kopimu dan melemparkan pandangan ke depan sana. Aku tahu bukan jalanan yang kau perhatikan tetapi kibaran merah putih yang tinggi menjulang. Matamu berbinar melihat kibaran bendera merah putih. Lalu kualihkan pandanganku pada bendera merah putih di seberang sana. Kibaran bendera yang kini selalu membuatku berdebar. Mengingatkanku pada nasionalisme. Pada Hadirmu. Pada senja.
****


Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Budak Sajak
Penulis: Aziz Nur Yasin, dkk.
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vi+100 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-20-1

****

Budak sajak tak berarti menghamba pada kata-kata. Tak berarti takluk pada huruf-huruf. Justru padanya kami menyusun makna. Memberi arti dalam rangkaiannya. Kami budak sajak tak hanya penikmat. Bukan pula plagiat. 

Kami menulis. Memulainya dengan kata. Menyusunnya dalam makna. Memberi arti pada larik-lariknya. Baris demi baris begitu liris di hati kami. Dengannya kami menorehkan asa. Mengukir cita. Mencipta karya. Di sinilah kami mengawali. Kata-kata ini menjadi saksi cinta kami. 
****



Judul: Antologi Puisi Hujan Rindu
Penulis: Arin Zakia, dkk.
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vii+82 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 30.000,-
ISBN 978-602-1082-19-5

****
Di bawah rintik air hujan
Aku masih saja termenung
Menahan gejolak rindu dalam kalbu

Kau menjadi saksi rinduku
Rindu sang pujaan

Aku rindu padanya
Aku rindu senyumannya
Aku rindu gelak tawanya
Hujan....
Sampaikan salam rinduku padanya
Buatlah dia merasakan rindu ini

hapuskan dukanya
Buat dia bahagia dalam sejukmu
Karena aku butuh senyumannya
Terima kasih hujan
Kaulah teman di setiap rinduku
****



Judul: Antologi Puisi Kita dalam Coretan Tinta
Penulis: Moh. Akbar Sutar Lesitian, dkk.
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vi+63 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 30.000,-
ISBN 978-602-1082-15-7

****
Setiap manusia memiliki kisah, cerita, dan pengalaman. Setiap kisah memiliki rasa yang berbeda. Setiap cerita memiliki makna yang tak sama. Pengalaman membuahkan pelajaran yang tak ternilai. Tiap-tiapnya memberikan kesan yang menakjubkan.
Penulis berusaha merekam semua memori itu dalam coretan tinta. Mengukirnya dalam barisan lirik yang indah. Hingga menjadi untaian sajak tentang kita dalam coretan tinta.
****



Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Kopi, Senja, dan Sepotong Rindu
Penulis: Rizki Aulia Suwandini, dkk. 
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+124 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-17-1


****

Seperti inikah rindu? Seperti malam yang terlewatkan dalam sepi. Aku mengejar dirimu dalam bayang-bayang. Aku berlari dengan semua imaji diri. Mencari senyummu, wangi tubuhmu, harum napasmu, manis senyum di bibirmu, indah gelak tawamu. Sosok hantu dirimu yang ingin aku tangkap di setiap sunyi ini. Menggugat hati dalam rindu. Di mana kamu?

Dia adalah rindu dan hanya rindu. Cinta dalam rindu. Aku merindunya, sangat merindukannya. Rindu ini menyiksaku. Aku tak sanggup lagi memikulnya. Menunggu detik-detik waktu yang seakan kian lama ingin segera menggerogoti hatiku. Rinduku memerah seperti senja yang indah. Rinduku menghangat seperti secangkir kopi yang nikmat.

****



Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Khayalan di Atas Kertas
Penulis: Siti Masitoh, dkk.
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: x+74 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-16-4

****

Khayalan tak sekadar omong kosong. Ia melibatkan pikiran, imajinasi, mimpi, kenangan, dan harapan. Khayalan bukan tanpa makna. Ia datang bukan tanpa sebab. Khayalan mengandung arti penuh.
Melalui khayalan-khalayan itulah para penulis menguntai cerita dan sajak yang indah. Menuangkan segala harapan dan mimpi. Segala kenangan dan imajinasi.

***



Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Kuas Pelangi
Penulis: Muh. Risqon Salam, dkk. 
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: x+86 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-18-8



****
Sesaat setelah hujan reda tak jarang mata kita terpaku pada lengkung indah penghias langit. Tirai warna yang menjuntai indah itu kita sebut pelangi. Tuhan melukis pelangi dengan lapisan warna yang berbeda.

Perbedaan warna pelangi tak membuat perpecahan namun justru keindahan. Begitu pula buku ini menghimpun imajinasi yang berbeda-beda. Para penulis berusaha menyatukan perbedaan yang ada dalam satu keindahan. Seolah melukis pesona dengan kuas pelangi.

****




Judul: Antologi Puisi Bunga Randu 
Penulis: Wahidah Khusnul Khotimah, dkk. 
Tahun terbit: Juli 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+71 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain Cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 30.000,-
ISBN 978-602-1082-14-0

****

Puisi bukan hanya permainan kata, rangkaian bunyi, atau satuan lirik. Puisi adalah hakikat batin. Pengalaman yang dirasakan oleh masing-masing individu, yang seringkali tak cukup hanya dengan dikatakan. Puisi lebih dari sekadar kata dan kalimat. Puisi lebih dari sekadar bunyi. Puisi menyimpan seribu makna dengan sekian nilai. 

Maka, menulis puisi tak hanya menyatukan bait-bait di lembaran kertas. Puisi lahir dari kejujuran, senyum, luka, kesedihan, kebahagiaan. Puisi tak dapat dipaksa. Seringkali puisi sulit ditebak. Seperti halnya bunga randu yang bermekaran hanya pada musim tertentu. Yang indah dengan caranya sendiri. Yang menyerbak wangi dengan aroma khasnya. Yang berbeda dengan yang beda. Yang lain dari yang lain. Randu akan bermekaran pada waktunya. Membaurkan kapas-kapas lembutnya seiring alunan angin yang syahdu. 

****




Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Setitik Asa di Ufuk Timur
Penulis: Eri Apriliani, dkk.
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+94 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Enggar & Arif
Desain Cover: Arif 
Harga: Rp 35.000,-
ISBN: 978-602-1082-13-3

***** 

Surya terbit mengiringi asa dari ufuk timur, dari sanalah semua berawal. Menjalani hari dengan segenap lika-likunya hingga tatkala asa itu terwujud ribuan senyum akan mengembang dari setiap sudut bibir. Meskipun tidak semua yang kita inginkan bakal terwujud, setidaknya proses kita mengukirnya jauh lebih berharga. Manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang menentukan.


Judul: Antologi Puisi Sebuah Cerita tentang Alam
Penulis: Modesta Dindra Larasati. dkk.
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+69 halaman, 14,8 x 21 cm
Penyunting: Dygta Bunny Soerendro
Pracetak: Enggar & Arif
Desain Cover: Enggar & Arif
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-10-2

*****
Menulis puisi mungkin lebih sulit dibandingkan membuat esai atau artikel opini. Sebab, imajinasi banyak dilibatkan dalam proses kreatif sebuah puisi. Si penyair dituntut untuk lebih peka terhadap satu kata sekalipun.

Puisi tidak sekadar kumpulan ide yang disusun sedemikian rupa menjadi sebuah karya tulis. Namun, lebih dari itu puisi juga merupakan produk kontemplasi. Antologi puisi ini bukan hanya hasil perenungan semata namun juga merupakan curahan hati dan perasaan serta spontanitas yang dihasilkan dari proses pembelajaran.

Puisi menjadi salah satu alternatif yang realistis. Memotret suatu peristiwa dalam bentuk puisi memang sangat menantang. Sebab, tidak mudah membuat suatu dokumentasi dengan begitu ringkas, padat, namun tetap indah untuk disimak, dibaca, dan diresapi.



Judul : Antologi Puisi Puan; Romansa Wanita di Relung Tandus
Penulis : Putra Adi Setyawan, dkk.
Penerbit : Tunas Puitika Publishing
Tahun terbit : 2014 
Editor: Ayya R. & Enggar Dh.
Layout: Feri Feraida & M. Arif
Desain cover : M. Arif
Penanggung jawab: Putra Adi Setyawan.
viii+125 halaman, 14,8 x 21 cm
Harga : Rp 40.000,-
Harga distributor: Rp 38.000,-
ISBN 978-602-70787-9-6


***
Puan kini rindukan kekasihnya.
Terlelap dalam dekap malam dalam romansa wanita di relung tandus.
Antologi puisi ini kami persembahkan untuk wanita atas dedikasi, pesona, citra, dan kesetiaan pada kodratnya sebagai tulang rusuk sang Adam. Tak dapat dipungkiri makhluk Tuhan yang satu ini memang layak menjadi sumber inspirasi lahirnya karya sastra, termasuk puisi. Lengkap dengan segala kehidupannya.
Insan Kartini kini bagai sebatang pohon di lahan tandus, berselimutkan awan gelap yang menghalangi sinar matahari sebagai kehidupannya. Ia rindu akan sinar matahari. Ia rindu akan pohon lain di sisinya. Ia rindu akan perhatian sang tirta. Ia hanya mampu menikmati romansanya di relung tandus.
***




Judul : Antologi Puisi Cerita Klasik tentang Hujan
Penulis : Banyujero
Penerbit : Tunas Puitika Publishing
Tahun terbit : 2014 
Pracetak : Enggar
Desain cover : Arif & Enggar
x+137 halaman, 12,7 x 17,7 cm
Harga : Rp 37.000,-
ISBN 978-602-70787-8-9

***
Pintu-pintu terbuka pada penghujung bulan. Sayap-sayap burung penghantar doa, terbang menembus samudera pasir dan bertengger di atas cahaya. Rinai celotehnya menyambut cakrawala dan membuang sisa-sisa. Batu-batu terserak, udara-udara penat, sepasang bibir kaku, legam jari-jari, gelombang-gelombang yang menghantam, pemimpin negeri yang mati. Masa akan segera berganti.
***


Judul : Antologi Puisi Pesan dari Surau
Penulis : Muqtafaiz
Penerbit : Tunas Puitika Publishing
Tahun terbit : 2014
Pracetak : Arif & Enggar.
Desain cover : Arif & Enggar.
Viii+95 halaman, 14,8 x 21 cm
Harga : Rp 30.000,-
Harga distributor : Rp 28.500,-
ISBN : 978-602-70787-6-5

Andaikan engkau cinta
Jangan buat ia kecewa
Jika engkau sayang jua
Sediakan madu di lidahnya

Katanya cinta Indonesia?
Mengapa kau gores luka?
Madu, susu, anggur jua harus tertuju padanya
Bukan belati, duri, atau tirta dusta

Di wajahnya kita bernyawa
Lantaran airnya kita bahagia
Syukur, kita hidup di tanah kaya raya
Bukan bangsa yang penuh merana

Tetapi mengapa?
Paras jelita dikotori dusta
Meneror, korup, bertengkar, dan adu domba
Hanya membuat Indonesia terluka

Bila memang sungguh cinta
Pepohonan permai harus dijaga
Lautan luas harus dipenjara
Keindahan negara tak boleh sirna

Judul : Anugerah Kehidupan
Penulis : Urip Widhi Raharjo, dkk.
Penerbit : Tunas Puitika Publishing
Tahun terbit : 2014
Penyunting: Dwi Prasetyo, M.Pd.
Pracetak: Arif, & Enggar.
Desain Cover: Arif & Enggar.
Viii+90 halaman, 14,8 x 21 cm
Harga : Rp 38.000,-
Harga Kontributor: Rp 36.100,-
ISBN 978-602-70787-3-4

***
Aku dan Mentari menjadi anak asuh Ibu Hayati dan Bapak Soebroto yang telah menolong ibuku. Aku merasa sedih sekaligus bahagia jika mengingat bahwa selama ini ternyata ibuku berusaha mencari uang demi membeli mukena baru untukku dan Mentari. Mukena terakhir yang ibu berikan kepadaku akan kujaga selamanya. Aku tidak akan lupa salat dan mendoakan ibu serta ayah yang kini berada di surga. Seorang ibu sangat menyayangi anaknya dan rela melakukan apa saja demi kebahagiaan anaknya. Seorang anak tidak akan sukses tanpa doa orang tua. Ibu adalah orang yang melahirkan kita. Maka, kita harus selalu menghormati dan menjaganya. Ibu adalah anugerah Tuhan bagi hidupku dan Mentari.
***
Tuhan memberi kita anugerah, baik berupa kesehatan, rezeki, atau pun orang yang mencintai kita dengan ketulus hati. Namun, kadang kita tidak menyadarinya bahkan menyia-siakan anugerah kehidupan yang Tuhan berikan pada kita.
Antologi ini berisi cerpen dan puisi yang menceritakan betapa agungnya anugerah kehidupan dari Tuhan untuk manusia dalam berbagai kisah. Selamat membaca.

Judul : Corak Mega kehidupan

Penulis : Dwi Mulyo Aji, dkk.
Penerbit : Tunas Puitika Publishing
Tahun terbit : 2014
Penyunting: Dwi Prasetyo, M.Pd.
Pracetak: Arif, & Enggar.
Desain Cover: Arif & Enggar.
Vi+90 halaman, 14,8 x 21 cm
Harga : Rp 38.000,-
Harga Kontributor: Rp 36.100,-
ISBN 978-602-70787-4-1

***
Hari demi hari Pak Pardi menjalani kehidupannya. Upah hasil bekerjanya ia sisihkan untuk menyewa tanah agar di kemudian hari ia dapat menanam sayuran milik sendiri. Walaupun ia menanam di ladang sewaan, namun hasil tanamannya dapat ia jual sendiri sehingga akan menghasilkan uang yang lebih banyak. Namun, manusia memang hanya berhak berencana. 
Di saat rencananya hampir tercapai, ada saja kendala yang menghalanginya.
Suatu ketika ada seorang juragan yang menyewa jasa Pak Pardi. Juragan itu merasa tidak puas karena pada musim ini tanamannya tidak memperoleh hasil panen yang baik, entah karena faktor pemberian obat-obatan atau faktor cuaca yang buruk. Pak Pardi tidak lagi dipercaya oleh juragan itu sehingga Pak Pardi kehilangan pekerjaannya.
***

Jalan hidup tak dapat diterka. Kadang kehidupan mengalir tenang bagai air sungai nan damai. Kadang pula ia bagai air bah yang meluluhlantakkan apa pun. Manusia boleh mempunyai rencana-rencana, mimpi-mimpi. Namun, Tuhan punya kehendak sendiri. 
Siapa pun tak dapat menebak. Itulah kehidupan dengan segala warnanya. 
Kehidupan bagai langit yang tak indah tanpa corak mega.
Di dalam antologi ini akan kita temui berbagai corak kisah hidup masyarakat yang 
para penulis ramu dalam bentuk cerpen dan puisi. 
Selamat membaca.



Judul : Titik Kehidupan

Penulis : Trisnoto, dkk.
Penerbit : Tunas Puitika Publishing
Tahun terbit : 2014
Penyunting: Dwi Prasetyo, M.Pd.
Pracetak: Arif, & Enggar.
Desain Cover: Arif & Enggar.
Vi+100 halaman, 14,8 x 21 cm
Harga : Rp 38.000,-
Harga Kontributor: Rp 36.100,-
ISBN 978-602-70787-2-7

***
Andai warga tahu bahwa semakin banyak calon kepala desa mengeluarkan uang dalam pemungutan suara ini maka semakin tinggi pula keinginannya untuk mengambil uang rakyat. Namun tidak, mereka hanya tahu bahwa orang yang mengeluarkan uang banyak saat pencalonan adalah orang yang dermawan. 
Dilihat sekilas, tentu tak sedikit uang yang telah dihabiskan oleh Pak Haryanto. Tak cukup dengan uang ‘amplop’ saja, Pak Haryanto juga menyediakan motor kopling keluaran terbaru, kulkas, TV led, dan masih banyak lagi benda-benda elektronik yang lain. Itu semua ia sediakan sebagai doorprise bagi warga jika dia menang. 
Ah... entah jadi apa desa ini jika dia benar-benar menjadi lurah.
***

Inilah kehidupan. Berbagai hal dari segala segi membawa manusia untuk berada dalam satu titik kehidupan. Para penulis dalam antologi cerpen dan puisi ini berusaha mengupas kehidupan dari berbagai sisi. Melihat hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain dalam kehidupan yang unik. Semua dirangkai dalam cerpen dan puisi dengan 
penuturan yang menarik.
Selamat membaca.