TUNAS PUITIKA MEDIA TUNAS MUDA MENUJU KREATIF



Enggar Dhian Pratamanti.

Menyukai menulis bukan untuk profesi atau kegemaran, lebih pada kebutuhan.
Lahir di Kendal, 2 Oktober 1987. Menyelesaikan pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas di Sukorejo, kecamatan kecil di kabupaten Kendal.
Melanjutkan studi di program S-1 Sastra Indonesia Unnes. Hingga sekarang sedang menuntaskan studi S-2 di Ilmu Susastra Undip.
Tunas Puitika Publishing adalah badan penerbit indie yang dirintisnya sejak kurang lebih satu tahun lalu bersama rekannya, M. Arif.

Karya terdahulunya adalah kumpulan cerpen teenlit No Money in Love dan cerita serial Pagi’s Diary. Beberapa puisi dalam antologi ini pernah juga dipublikasikan di harian umum Suara Merdeka.
Enggar dapat di jumpai di akun FB-nya. Selamat berkenalan... 


Budi Krisningdiyah, lahir tanggal 4 Agustus 1971 di Pesaren, sebuah desa kecil di Kecamatan Sukorejo, ujung selatan Kabupaten Kendal. Menyukai dunia tulis menulis terutama puisi sejak duduk di bangku SD.
Menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Negeri Pesaren tahun 1984 kemudian melanjutkan belajar di SMP Negeri Sukorejo hingga tahun 1987. Selepas itu ia menempuh pendidikan di SPG Negeri Magelang hingga tahun 1990, serta lulus D2 PGSD IKIP Semarang tahun 1992.
Saat ini masih aktif sebagai tenaga pendidik di SD Negeri Trimulyo, Sukorejo, Kendal. Bertempat tinggal di desa Kebumen, Sukorejo bersama keluarga kecilnya.
Selain berprofesi sebagai pendidik, wanita yang akrab disapa Ning ini ingin menjadi seorang ibu rumah tangga yang selalu dapat memenuhi kewajibannya dengan baik.


Enggang
Memiliki nama asli Amry Rasyadany, lahir di Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada tanggal 6 Desember 1991. Karya-karyanya dipublikasikan dalam sebuah blog pribadi dengan alamat EnggangHitam.blogspot.com


Saat ini sedang sibuk mengelola sebuah majalah sastra siber MajasOnline.com dan berdomisili di Kota Semarang. Bisa dihubungi melalui akun twitter @Amry_Rasyadany atau akun FB Enggang 


Kharis Teguhraharjo. Lahir 13 Juni 1988 
di sebuah dusun kecil bernama Blorong,
Kaligading, Kecamatan Boja, Kendal.
Saat ini Kharis masih menuntut ilmu 
dan mengejar gelar Sarjana Sastranya 
di program studi Sastra Indonesia, Fakultas 
Bahasa dan Seni, Universitas Negeri 
Semarang.

Dua cerpen dalam antologi ini pernah
dipublikasikan. Cerpen Di Suatu Senja, Ia 
Menangis pernah dimuat dalam Cerpen Pilihan
Kang Putu (media sastra di akun facebook) dan
cerpen Negeri Lumut diterbitkan dalam
Antologi Cerpen Quid Pro Quo yang
merupakan antologi bersama Event 
Penulisan Cerpen Tunas Puitika Publishing.

Ingin mengenal Kharis lebih jauh?