TUNAS PUITIKA MEDIA TUNAS MUDA MENUJU KREATIF



Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Kopi, Senja, dan Sepotong Rindu
Penulis: Rizki Aulia Suwandini, dkk. 
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+124 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-17-1


****

Seperti inikah rindu? Seperti malam yang terlewatkan dalam sepi. Aku mengejar dirimu dalam bayang-bayang. Aku berlari dengan semua imaji diri. Mencari senyummu, wangi tubuhmu, harum napasmu, manis senyum di bibirmu, indah gelak tawamu. Sosok hantu dirimu yang ingin aku tangkap di setiap sunyi ini. Menggugat hati dalam rindu. Di mana kamu?

Dia adalah rindu dan hanya rindu. Cinta dalam rindu. Aku merindunya, sangat merindukannya. Rindu ini menyiksaku. Aku tak sanggup lagi memikulnya. Menunggu detik-detik waktu yang seakan kian lama ingin segera menggerogoti hatiku. Rinduku memerah seperti senja yang indah. Rinduku menghangat seperti secangkir kopi yang nikmat.

****



Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Khayalan di Atas Kertas
Penulis: Siti Masitoh, dkk.
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: x+74 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-16-4

****

Khayalan tak sekadar omong kosong. Ia melibatkan pikiran, imajinasi, mimpi, kenangan, dan harapan. Khayalan bukan tanpa makna. Ia datang bukan tanpa sebab. Khayalan mengandung arti penuh.
Melalui khayalan-khalayan itulah para penulis menguntai cerita dan sajak yang indah. Menuangkan segala harapan dan mimpi. Segala kenangan dan imajinasi.

***



Judul: Antologi Cerpen dan Puisi Kuas Pelangi
Penulis: Muh. Risqon Salam, dkk. 
Tahun terbit: Agustus 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: x+86 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-18-8



****
Sesaat setelah hujan reda tak jarang mata kita terpaku pada lengkung indah penghias langit. Tirai warna yang menjuntai indah itu kita sebut pelangi. Tuhan melukis pelangi dengan lapisan warna yang berbeda.

Perbedaan warna pelangi tak membuat perpecahan namun justru keindahan. Begitu pula buku ini menghimpun imajinasi yang berbeda-beda. Para penulis berusaha menyatukan perbedaan yang ada dalam satu keindahan. Seolah melukis pesona dengan kuas pelangi.

****




Judul: Antologi Puisi Bunga Randu 
Penulis: Wahidah Khusnul Khotimah, dkk. 
Tahun terbit: Juli 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: viii+71 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain Cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 30.000,-
ISBN 978-602-1082-14-0

****

Puisi bukan hanya permainan kata, rangkaian bunyi, atau satuan lirik. Puisi adalah hakikat batin. Pengalaman yang dirasakan oleh masing-masing individu, yang seringkali tak cukup hanya dengan dikatakan. Puisi lebih dari sekadar kata dan kalimat. Puisi lebih dari sekadar bunyi. Puisi menyimpan seribu makna dengan sekian nilai. 

Maka, menulis puisi tak hanya menyatukan bait-bait di lembaran kertas. Puisi lahir dari kejujuran, senyum, luka, kesedihan, kebahagiaan. Puisi tak dapat dipaksa. Seringkali puisi sulit ditebak. Seperti halnya bunga randu yang bermekaran hanya pada musim tertentu. Yang indah dengan caranya sendiri. Yang menyerbak wangi dengan aroma khasnya. Yang berbeda dengan yang beda. Yang lain dari yang lain. Randu akan bermekaran pada waktunya. Membaurkan kapas-kapas lembutnya seiring alunan angin yang syahdu. 

****