TUNAS PUITIKA MEDIA TUNAS MUDA MENUJU KREATIF




Judul          : Jangan Ngaku Keren Kalau Nggak Nulis!!!
Penulis        : Enggar Dhipra
Penerbit      : Tunas Puitika Publishing
Tebal          : viii+169 halaman, 12,7 x 17,8 cm
Tahun         : 2014 

Harga         : Rp 40.000,-
ISBN 978-602-14766-7-3




Pernah suatu ketika ada dosen ngomong dengan congkaknya, “Profesor kok nggak punya buku. Lihat saya, walaupun cuma S1 lulusan zaman Gestafu tapi saya punya lebih dari 25 buku.” Sekarang dosen itu sudah almarhum. S. Suharianto, dosen Universitas Negeri Semarang meninggalkan nama harum yang dikenang banyak orang mulai dari mahasiswa, pecinta sastra, hingga profesor. Ketika saya ikut kuliah di universitas lain, ada dosen yang bilang kalau S. Suharianto setara dengan profesor. Di beberapa buku referensi sastra yang ditulis oleh pemerhati dan akademis sastra yang lain, nama S. Suharianto sering disebut sebagai guru besar, profesor, dan ilmuan. Semua ini karena beliau gemar menulis dan menghasilkan banyak karya.

Ada lagi penulis beken di Indonesia yang dikenal banyak orang. Cerpen dan novel-novelnya banyak yang bertema percintaan. Makanya karyanya banyak digemari remaja dan orang dewasa. Nama Gola Gong pun semakin dikenal setelah Balada Si Roy difilmkan. Di masa mudanya Gola Gong pernah menjadi pemuda yang rendah diri karena tidak mempunyai tangan kanan alias cacat. Tapi, ayahnya pernah bilang kalau orang tidak akan memandangnya sebagai orang buntung kalau dia punya segudang prestasi. Sekarang semua menjadi kenyataan. Orang lebih mengenal Gola Gong sebagai penulis berbakat daripada penulis buntung.

Penulis novel 5 cm yang baru dirilis dan semakin populer karena diangkat ke layar lebar pun mengalami hal serupa. Donny Dhirgantoro yang emang dasarnya nggak mau “kerja ikut orang” pun akhirnya melepaskan pekerjaan formalnya dan menekuni dunia tulis  menulis. Semua berawal dari kisah persahabatan lima remaja yang ia tulis di 5 cm.

Kalau mau diperpanjang, masih banyak kisah sukses yang menarik diperbincangkan hanya gara-gara menulis. Ada Andrea Hirata yang naik daun gara-gara tetralogi Laskar Pelangi, Djenar dengan protes sosialnya, juga Pramodya Ananta Toer yang nggak pernah “sekolah” tapi bisa mendapat penghargaan tinggi gara-gara karya hasil tulisannya.

Kita bisa aja bilang, “mereka semua kan orang-orang gedhe yang punya nyali dan keberuntugan.” Emang! Tapi dulu mereka juga orang kecil. Dan keberuntungan nyaris mustahil diraih tanpa usaha. Jadi, kenapa kita yang bukan orang gedhe nggak nyoba kayak mereka? Semua bukan hanya soal kesuksesan dalam bentuk finansial lho... Tapi, citra diri, kehormatan, kebanggaan, dan ilmu dapat kita raih dengan menulis.

Jangan percaya kalau ada yang bilang, “orang yang bisa nulis ya karena mereka punya bakat”. Kalau benar begitu, jurusan sastra di berbagai kampus seluruh Indonesia mending tutup aja. Wong nggak semua mahasiswanya berbakat kok. Statement ini jelas salah. Bakat urusan belakang. Yang penting minat dan niat. Kalau udah ada niat, maka menulislah. Menulis... menulis... dan jangan berhenti.


Selamat berkarya

Penulis


1. Buat new document
2. Atur page layout. Akan muncul gambar di bawah ini:






  • Dalam kotak dialog margin, atur format margin 1-1-1-1 (terserah aja), orientation: portrait, multiple page: mirror margins.
  • Dalam kotak dialog paper size: atur ukuran kertas sesuai keinginanmu, kalau saya pakai ukuran A5.


3. Isi new document tersebut dengan draf naskah.

4. Rata kanan kiri dan atur spasi tulisan 1 spasi (biasanya emang 1 tapi kalau mau 
    lebih boleh aja J) serta Jenis dan ukuran font disesuaikan saja dengan isi naskah.
5. Atur letak naskah sesuai dengan yang diinginkan.




Jika naskah sudah siap langkah berikutnya adalah membuat page number, berikut ulasannya:


6. Klik 2x untuk di bagian yang berwarna hijau maka akan muncul gambar seperti di bawah ini.




7. Centang terlebih dahulu different first (halaman pertama), different odd & event
    pages (halaman ganjil genap), dan show document text.



8. Atur halaman naskah dengan menu page number format gunakan huruf romawi.
    Biasanya menggunakan huruf romawi untuk halaman awal kemudian disusul
    menggunakan angka. Terus tekan OK.



9. Pada menu Design, pilih opsi page number 2 seperti gambar di bawah ini.




Maka akan muncul seperti ini:



pada lembar pertama akan terisi angka romawi i sedangkan pada lembar 
kedua akan terlihat kosong hal ini karena kita telah mencentang kolom different 
first page. Untuk mengisi halaman di lembar kedua ikuti langkah nomor 9.


10. Untuk menghilangkan angka romawi pada halaman pertama tinggal di delete 
      saja tapi sebelumnya perlu diperhatikan pastikan kolom different first pages 
     (halaman pertama), different odd & event pages (halaman ganjil genapsudah
     tercentang dan Link to previous sudah dinonaktifkan. Jika belum kemungkinan 
     halaman di bawahnya akan terhapus juga.






Sama halnya jika kita ingin menghapus halaman pada romawi “ii” selain poin nomor 10 di atas, berikut ini juga perlu diperhatikan.



  • aktifkan show/hide paragraf formatting symbol untuk memunculkan format tulisan, supaya kamu tahu di mana letak kesalahan.
  • break di halaman “ii” dengan menggunakan section break countinuous kemudian delete angka romawi ii, maka akan terlihat gambar dibawah ini.


Maka akan tampak gambar seperti ini.




Jika halaman hilang saat di break, ulangi saja page number-nya.

Pembedaan:
Next Page : akan ada halaman kosong di belakang halaman yang di break (liat print preview)
Section Break Countinuous : tidak ada halaman kosong

  • Jangan lupa bolak-balik mengecek print preview supaya kamu tahu sudah benar apa belum.

11. Jika halaman romawi sudah selesai dan kita ingin membuat halaman dengan 
      angka yang berbeda, berikut caranya:

a.  Menuju ke page layout, pilih section break. Section break sendiri ada 4 pilihan, 
     yang kita pakai 2 saja. Pertama next page (jika yang akan kita break adalah 
     halaman ganjil. Untuk mengetahui mana yang halaman ganjil dan genap klik 
     saja print priview and print). 


perhatikan tanda palang merah! Artinya break kita sukses.

Kedua section break countinuous (jika yang akan kita break adalah halaman genap. Kita tidak akan menjumpai gambar di atas tapi hanya halaman biasa. Bedanya halaman yang sudah di break dapat kita ubah nomor halamannya)



12. Setelah halaman kita break, atur number format halaman pada menu format 
      page numbers sesuai dengan jenis angka yang dibutuhkan. Selanjutnya strat at 
      isi 1 kalau urutan halaman masih salah isi angka 0. Lalu tekan OK.




13. Cek halaman dengan print preview. Jika halaman masih di tengah tinggal kita 
      pindah saja (halaman ganjil di kanan dan halaman genap di kiri)

14. Beri keterangan halaman: Halaman ganjil (nama penulis misalnya: Enggar 
      Dhipradan halaman genap (judul buku misalnya: Obrolan Sehabis Maghrib)


15. Kita bisa memberi hiasan/ ornamen di header, footer, atau badan naskah sesuai 
      keinginan.
16. Simpan file document dengan nama yang jelas.
17. Selesai. 


Selamat mencoba dan pecahkan kesulitannya :) 
Usahakan secara kontinyu supaya bener-bener paham.... 








Page break yang kacau memang membuat kita jengkel. Ada cara lain untuk mencari break yang salah penempatannya. 

  • klik view > draft 
maka akan kita lihat gammbar seperti berikut. Cari di mana letak break yang salah itu kemudian delete.




  • SELESAI
Semoga bermanfaat...