TUNAS PUITIKA MEDIA TUNAS MUDA MENUJU KREATIF



Panduan Penggunaan Boneka Tangan
Sebagai Media Penanaman Karakter
dalam Kegiatan Bercerita Siswa Sekolah Dasar
Penulis:
Joko Sulianto, S.Pd., M.Pd.
Fajar Cahyadi, S.Pd., M.Pd.
Fitri Yulianti, S.Pd., M.Pd.
Mei Fita Asri Untari, S.Pd., M.Pd.
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vi+183 halaman, 15,5 x 23 cm
Harga: Rp 70.000,-
ISBN 978-602-1082-31-7

Buku Panduan ini berisi kumpulan cerita anak yang dilengkapi dengan skenario bercerita melibatkan interaksi guru dan siswa menggunakan boneka tangan dalam pembelajaran di kelas. Penggunaan boneka tangan bertujuan agar siswa dapat tertarik untuk menyimak cerita, memahami cerita, menerapkan amanat, dan meneladani perilaku tokoh dalam bertindak dan berperilaku dalam kehidupan nyata.
Adapun media boneka yang dimaksud adalah boneka dijadikan sebagai media atau alat bantu yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Jenis boneka yang digunakan adalah boneka tangan yang terbuat dari potongan kain. Jadi pengertian media boneka tangan adalah boneka dijadikan sebagai media atau alat bantu yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, yang ukurannya lebih besar dari boneka jari dan bisa dimasuki tangan.
Buku ini merupakan hasil pengembangan dari sebuah penelitian yang mengembangkan media boneka tangan dalam kegiatan bercerita untuk menanamkan budi pekerti pada siswa SD serta menganalisis keberterimaan media boneka tangan dalam kegiatan bercerita untuk menanamkan budi pekerti pada siswa SD berdasarkan uji coba lapangan.



Trunajaya Pahlawan Nusantara
Penulis: Drs. Kismanto
Tebal: vi+58 halaman, 14,8 x 21 cm
Penerbit: Tunas Puitika
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 30.000,-
ISBN 978-602-1082-27-0



Buku ini mengisahkan kepahlawanan Trunajaya dalam perjuangannya melawan Kompeni Belanda pada abad ke-16. Melukiskan patriotisme anak bangsa, ia gagah berani melawan dan menegakkan kebenaran tanpa kompromi. Selain itu dalam buku ini juga mengisahkan kezaliman dan kebengisan raja. Raja yang juga telah menggadaikan bangsanya kepada penjajah.



Novel Antara Langit dan Maratua
Penulis: Enggang
Tahun terbit: Desember 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vi+164 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 40.000,-
ISBN 978-602-1082-26-3


“Kami mengantar semua tulisan-tulisan itu ke surga. Ya, ke surga. Tulisan itu akan dibaca oleh manusia-manusia yang telah mati di surga. Itulah rutinitas kami sebagai pengantar surat. Surat bukan sembarang surat. Kami pengantar surat dari bumi ke langit. Aku, Sang Lumeang, salah satu pengantar surat ke surga. Di mana di dalamnya mengalir sungai-sungai berair susu. Sungguh, sungai di sana mengalirkan susu dan para bidadari mandi di tepinya.”

Sebuah kisah dari pengantar surat yang mendiami wilayah kerja Kepulauan Derawan, gugusan pulau kecil nan indah di pesisir timur Kalimantan. Lumeang mengemban tanggung jawab untuk mengantarkan surat yang ditulis oleh Hamda dan Nani kepada Aleida di surga meskipun Lumeang dibingungkan dengan ketidakadaan Aleida sebagai seseorang yang harus ia kirimi surat di dalam surga.

Lalu di manakah sebenarnya Aleida berada? Apa yang menyebabkan Aleida tak berada di surga? Apa yang harus dilakukan oleh Lumeang terhadap surat-surat untuk Aleida? Siapakah Hamda dan Nani yang mengirimkan surat-surat itu? Apakah surat-surat itu salah alamat?


Jalan Berdarah Menuju Tokyo; Neraka di Iwo Jima
Penulis: Drs. Kismanto
Tahun terbit: Desember 2015
Penerbit: Tunas Puitika Publishing
Tebal: vi+120 halaman, 14,8 x 21 cm
Pracetak: Arif & Enggar
Desain cover: Arif & Enggar
Harga: Rp 35.000,-
ISBN 978-602-1082-28-7

***** 
Perang merupakan jalan terakhir antara dua kubu yang saling bertentangan. Tidak ada satu pun perang di dunia ini yang menghasilkan kebahagiaan. Perang justru menciptakan penderitaan begitu pula yang dialami baik oleh tentara Jepang maupun Amerika.

Manusia seringkali menciptakan perang yang kebanyakan bermotif balas dendam. Dikobarkannya perang seakan menjadi sebuah kebutuhan manusia demi kesombongan, hegemoni, dan kejayaan.

Lautan sudah tidak teduh lagi setelah Jepang membokong Pearl Harbour, pangkalan armada Amerika Serikat terbesar yang berada di kawasan Pasifik. Aksi pembokongan tersebut membuat Amerika merasa terhina maka dalam rapat kongres Presiden Franklin Delano Roosevelt meminta persetujuan peserta kongres untuk menyatakan perang terhadap Kekaisaran Jepang. Dalam Konggres tersebut menghasilkan suara bulat untuk mengabulkan permintaan Presiden Roosevelt yaitu mendukung penuh bahwa Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Kekaisaran Jepang. Perang yang memakan banyak nyawa pun dimulai.


Selamat membaca.